Triveni Turbines

Beranda Produk Dasar-dasar Turbin Uap Bagaimana cara kerjanya

Bagaimana cara kerjanya

  • Uap ini mengalir melalui jalur uap yang dirancang secara optimal di dalam casing turbin uap. Jalur uap terdiri dari berbagai set bilah diam yang terpasang di diafragma casing dan satu set bilah bergerak yang terpasang di rotor di bagian keliling di atas disk. Setiap set bilah diam dan bergerak membentu satu tahap. Tahap tersebut yang banyak akan membentuk jalur uap. Bagian-bagian jalur uap dikategorikan sebagai tahap Tekanan Tinggi atau High pressure (HP), tahap Sedang atau Intermediate (IP) dan tahap Tekanan rendah atau Low Pressure (LP).
  • Profil bilah dan nosel (bilah diam) dirancang untuk memperkecil kerugian dan memaksimalkan ekstraksi pekerjaan dari aliran uap. Turbin uap dikelompokkan secara umum berdasarkan teknologi sebagai "Impuls" dan "Reaksi".
  • Uap akan mengembang saat mengalir dari tahap HP ke LP. Sebagai g antinya, tekanan dan suhu uap akan menurun, dan mengubah energi Panas (entalpi) di dalam uap menjadi energi kinetik, dan menyalur ke bilah bergerak sehingga akan memutar rotor.
  • Aliran uap masuk dikontrol melalui sistem kontrol yang terdiri dari mekanisme pengatur dan aktuator kecepatan dan sensor muatan yang mengontrol pergerakan kumparan pada katup aliran uap masuk, sehingga mengendalikan kecepatan di dalam kisaran performa turbin.
  • Dalam uap pembuangan turbin tekanan Belakang yang dibuang ke atmosfer atau digunakan untuk for proses / penukar panas. Di dalam turbin kondensasi, uap pembuangan akan dialirkan melalui kondensor di mana uap akan diubah menjadi air /air kondensasi dalam tekanan atmosfer, biasanya pada suhu 45°C. Air kondensasi ini dikumpulkan di dalam sumur panas dan akan dipakai lagi. Uap kondensasi dalam tekanan atmosfer akan meningkatkan penurunan entalpi di seluruh jalur uap dan memastikan konversi yang panas menjadi listrik yang efektif.
  • Ekstraksi terkontrol disediakan untuk turbin yang digunakan dalam penggunaan Pembangkitan bersama. Ekstraksi pada tingkat sedang mengisi uap ke proses dalam parameter uap yang diperlukan yang dialirkan melalui katup. Di sisi lain, ekstraksi yang tidak dikontrol dinamakan rembesan (bleed). Rembesan diperlukan untuk menyediakan uap bagi berbagai penggunaan pemanas contohnya Pemanas HP, Pemanas LP, uap penyegel, De-aerator juga persyaratan proses.
  • Turbin tekanan belakang digunakan di mana pabrik utama memerlukan uap proses berkelanjutan.
  • Turbin kondenassi ekstraksi biasanya digunakan untuk pencampuran panas dan listrik di mana syarat uap untuk proses atau Pertukaran Panas berbeda-beda tiap musimnya.
  • Jika dalam penggunaan penghasil listrik sederhana, suatu turbin kondensasi langsung digunakan untuk memaksimalkan ekstraksi pekerjaan dari energi panas aliran uap.